Keindahan K-On!

 



Review K-On! 


Sudah dari SMP aku menyukai anime yang dibuat oleh Kyoto Animations ini, atau biasa dikenal dengan KyoAni. Karya mereka yang sempurna, dan kisah yang menceritakan tentang keseharian karakter-karakternya sangat menarik perhatianku. tetapi saat aku nonton ulang Anime ini, aku jadi sadar banyak hal yang akan aku bahas di artikel ini.

Karya mereka yang pertama kutonton mungkin yang paling terkenal, apalagi dulu cukup dikenal oleh fans dan penonton santainya. Aku bicara tentang K-On!, ya, animasi tentang gadis gadis imut meminum teh dan memakan manisan yang sangat amat sukses dan meninggalkan tanda permanen di industri anime. Tapi kenapa bisa sesuatu dengan premis biasa saja mengakibatkan dampak yang sangat besar? Apakah K-On! hanya bercerita tentang gadis imut melakukan hal lucu?

Karakter

K-On! menyajikan kita kehidupan lima cewek yang adalah member dari Klub Musik Ringan, memainkan musik pop rock yang dapat menggoyahkan seluruh sekolah. Mereka membentuk band yang bernama Ho-kago Tea Time, yang berarti Setelah Sekolah Waktunya Teh. Nama ini cukup menjelaskan banyak tentang bandnya, sebab meminum teh dan memakan kue enak adalah yang mereka lakukan. Mereka hanya berlatih jika mereka merasa mau..... jika mereka merasa mau.




Penyanyi dan gitaris utamanya adalah Yui Hirasawa, cewek ceroboh dan extrovert, pecinta dari hal-hal yang imut dan manis, dan fun fact: Yui ini cuma belajar gitar karena masuk klub dengan gak sengajaa, meskipun begitu, dia jatuh cinta dengan alat musiknya secara harafiah, karena dia memanjakan, memberikan baju, dan tidur dengan gitarnya! dikasih nama juga yaitu Giita.



Pemimpin klub dan drummernya bernama Ritsu Tainaka, cewek periang dan upbeat, dia gabisa diem untuk waktu yang lama dan dia suka ngeprank temannya, dan selalu kena pukul oleh teman masa kecilnya, Mio. Inspirasi besar dia dalam bermain musik yaitu Keith Moon, drummer The Who, Ritsu mempunyai selera musik yang bagus


Member ketiganya adalah Mio Akiyama, bassist dan sekaligus Vokalis. Dia pemalu dan gampang takut, tetapi cantik dan berkharisma, memenangkan hati seluruh sekolahnya sampai-sampai dia punya Fan club. meskipun dia berumur sama dengan teman-teman klubnya, dia paling dewasa, dan selalu mencoba mereka tidak kehilangan fokus, tetapi biasanya dia tidak dapat melakukannya karena tergoda oleh teman-temannya saat minum teh.


Di Keyboard kita mempunyai Tsumugi Kotobuki, biasa dipanggil Mugi oleh teman-temannya. Gadis yang manis dan baik, dia bertanggung jawab atas pengalihan karena mereka tidak bisa berlatih, karena dia yang membawa kue-kue dan teh yang enak. lahir dari keluarga yang sangat kaya raya, dia kagum dengan hal-hal normal, itu saja, apapun yang berkaitan dengan kaum menengah kebawah, seperti pergi ke restoran cepat saji, toko permen murah, kerja sambilan, dan lain-lain.


Setelah setahun penuh, mereka mencoba yang terbaik untuk menemukan anggota kelima. penampilan mereka yang luar biasa menangkap perhatian salah satu junior disekolahnya dan akhirnya band tersebut mendapatkan member baru - Azusa Nakano, gitar melodi. Dia mencoba mengikuti jejak Mio dalam mencoba menjaga band agar fokus, meskipun dia adalah yang paling muda. tapi dia juag sering kehilangan fokus ketika seseorang meletakkan kuping kucing atau dipeluk oleh Yui. by the way, Azusa ini atau Azu-nyan adalah karakter favoritku dan karakter yang menginspirasiku dalam bermain gitar.



Karakter lainnya:

Setiap klub butuh penasihat. Di Klub Musik Ringan, sang guru Sawaka Yamanaka, perempuan ganteng yang selalu jaga image, dan mencoba yang terbaik agar terlihat rajin dan berkelakuan baik, tapi ada satu sisi yang hanya member klub tau. Dia ini adalah perempuan liar saat bergabung di klub yang sama bertahun-tahun yang lalu. Pada waktu itu, bukannya memainkan lagu ringan, tetapi mereka memainkan lagu heavy metal. Sawa-chan (sebutan anak didiknya) adalah gitaris dan bisa bermain gitar menggunakan giginya.



Yui memiliki teman masa kecil yang selaluu menemani dia saat kesekolah sejak Taman Kanak Kanak, Nodoka Manabe. kebalikan dari temannya yang bandel itu, Nodoka sangatlah pintar dan rajin, dia anggota dari OSIS, dan akhirnya jadi ketua OSIS saat dia kelas 3. meski kelakuan dia berbeda, dia berusaha yang terbaik untuk membantu Yui dan klubnya kapanpun. Jika bukan karena Nodoka, Yui mungkin mendapati krayon diperutnya sampai hari ini (konteks: Yui kecil hampir memakan krayon lalu dicegah oleh nodoka)


Orang lainnya yang dekat dengan Yui yang kepribadiannya sangatlah kontras adalah adiknya, Ui Hirasawa. Dia ibu rumah tangga yang baik loh, ketika kakaknya hanya tiduran dilantai seperti kucing, Ui mencuci baju, membersihkan rumah dan menyiapkan makanan. Tetapi jika ada sesuatu yang dia lakukan bahkan lebih baik daripada menjaga rumah adalah untuk mencintai kakaknya. Kasih sayang yang dia rasakan untuknya tidak bisa diukur; tidak ada yang membuatnya lebih bahagia daripada melihat kakaknya tersenyum dan tidak ada yang membuatnya lebih khawatir daripada kakak perempuannya yang bandel. Dia bahkan pergi ke SMA yang sama dengannya untuk selalu dekat dengan kakaknya. 



Saat mereka masuk ke sekolah, Ui dan Azusa ternyata satu kelas. Ada 1 gadis lagi yang selalu bersama azusa dan ui saat dikelas, yaitu Jun Suzuki, gadis yang gampang resah dan tidak bisa diam, dengan rasa ironi yang tajam. Dia hampir masuk Klub ringan sebelum Azusa, tetapi kelakuan gila klubnya meninggalkan kesan negatif terhadapnya. tetapi akhirnya dia menyesal setelah mengetahui Azusa meminum teh import setiap hari, berlibur di mansion besar, tetapi sudah terlambat




Style

Saat aku bilang K-On! meninggalkan tanda permanen di industri anime, aku merujuk kepada fakta bahwa karya ini yang membuat moe style populer, moe adalah kata yang dipakai untuk merujuk anime dengan karakter sangat imut yang melakukan hal-hal lucu. Aku yakin kita hanya melihat mereka berlatih atau bermain dengan sungguh-sungguh hanya 30%, dan 70% lainnya disimpan untuk momen kehidupan sehari-hari mereka, seperti menjaga kura-kura, belajar, kerja sambilan, atau kepantai dan melakukan festival musim panas, perang bantal saat study tour, marathon dan banyaak lagi.

Anime ini kurang memuaskanku di episode-episode awal. Itulah masalah dari season pertamanya - sementara season keduanya menceritakan kejadian 1 tahun dalam 26 episode, season pertama menceritakan 2 tahun dalam 13 episode. Karena itu, kejadiannya berlalu terlalu cepat dari seharusnya, apalagi tentang keahlian Yui dalam bermain gitar yang sangatlah cepat.

Bagaimanapun, pertemanan mereka digambarkan sangat jujur, dan sangatlah sulit untuk tidak bisa mengambil sisi positif hubungan mereka. Sesuatu yang sangatlah ringan dan menghangatkan hati yang membuat kalian merasa nyaman menontonnya, disamping fakta bahwa K-On! memberikan senyum lebar pada setiap episode. Aku paham kenapa orang-orang ada yang tidak menyukai K-On!, bagaimanapun, style ini tidak memuaskan orang-orang, tapi bagaimana orang bisa membenci K-On! adalah hal yang diluar batas nalar manusia. Karena orang seperti mereka yang membenci K-On! pasti adalah orang yang tak berhati nurani.
    
Anime-nya sendiri ngga terlalu realistis karena gak ada drama dan konflik yang begitu terasa, tapi memang bukan tujuan anime ini dibuat. Karya ini dibuat untuk kalian agar bisa bersenang-senang,
apapun masalah yang kalian hadapi di kehidupan. Anime ini adalah bentuk pelarian dari kerasnya kehidupan, tapi bentuk yang bisa membantu kalian menghadapinya dengan alat terbaik yang ada - senyum di wajah kalian. Orang dapat berargumen bahwa seri komedi mana pun dapat memenuhi ini, tetapi K-ON! paling menonjol dengan kekuatan sentimentalnya – ikatan antara teman.

Meskipun sangatlah dapat diterima ada yang menyukai anime karena humor dan karakter imut,banyak nuansa dibawah permukaan yang membuatnya makin spesial. Di K-On!, momen keheningan bisa memberi tahu banyak karakter daripada beberapa menit dengan dialog yang banyak. Sebuah pandangan, senyum atau gestur simpel bisa mengirimkan semua yang karakter tersebut rasakan atau pikirkan.


Bahkan plot paling konyol tentang Mugi ingin dijitak oleh Ritsu, jika kita bedah dalam-dalam, Mugi hanya ingin mendapatkan kontak fisik bersama teman-temannya, karena dia menyadari hal tersebut dapat membuat mereka lebih dekat satu dengan yang lain. 

Meraka yang mengkomplen terhadap kurangnya realisme pada karya ini gagal menyadari bagaimana beberapa momen diatasi dengan sangat halus. Hal-hal ini membuat kita melihat karakter-karakter ini seperti orang seperti kita, seperti scene dibawah ini. Siapa yang tidak pernah ketawa, ngobrol meskipun Lampu sudah dimatikan saat kita menginap dirumah teman? Scene yang sangatlah biasa, tapi relatable, ditambah dengan keheningan malam dan tawa para gadis. bahkan disitu ada dengusan spontan dari mugi. Momen yang sangat natural dan terasa rekaman dunia nyata dan bukan scene animasi.



Pengarahan

K-On melebihi segala ekspetasiku saat menontonnya dulu, tetapi aspek yang sangatlah membuat kagum adalah direksinya. Aku gak pernah kepikiran bahwa anime dengan premis yang sangat simpel akan mempunyai direksi yang sangat masuk akal dan penuh kehalusan, dan itu bagaimana director Naoko Yamada bekerja. dia gak ragu ragu dalam memanusiakan karakter dengan luar biasa meng eksplor ruang yang mereka masukkan dan bahasa tubuh mereka.

Scene yang aku masukkan tadi adalah contoh direksi Yamada yang hebat, seperti scene berikut ini. Shot yang menunjukkan ruang-ruang kosong sekolah, meja-meja yang gak ada orangnya, payung yang bersandar pada tembok, gadis yang menyiapkan alat musik dan berjalan ke sekolah membuat kita merasa ini adalah awal pagi yang sempurna, ditingkatkan dengan Lighting yang sangat bagus. tetapi ketertarikan utama adalah improvisasi Yui, dengan shot yang meng-eksplor bahasa tubuh dan menyampaikan keadaan emosi Yui dengan sempurna.




Contoh fantastis lainnya adalah shot latar "sepulang sekolah" pada sore hari yang sering diperlihatkan. Kekosongan kelas, para gadis ngobrol dengan cahaya sunset... sangat mudah merasakan momen tersebut. Apalagi pada kasus ini, setelah festival yang memenuhi seluruh sekolah, yang mana membuat semua orang kelelahan. Dan disitulah mereka, ngobrol dan istirahat setelah banyaknya usaha yang mereka keluarkan....sangatlah tenang..dan tentram.... Shot yang hanya bertahan 3 detik bisa menyampaikan sensasi-sensasi ini.

Aku sudah mengatakan hal ini, tetapi aku akan mengatakannya sekali lagi, salah satu aspek yang sangat mengagumkan adalah bahasa tubuh. Kita diperlihatkan banyak momen apa yang karakter rasakan melalui gestur kecil, seperti ketidak nyamanan pada kaki mereka, gerakan tangan, tampak samping, orang gak cuma menunjukkan perasaan lewat ekspresi wajah dan K-On! mendekatinya dengan sangat hebat.

Tentu saja, karya animasi KyoAni yang hebat ini penting terhadap kualitas anime. Perhatikan bagaimana dia berdiri dianimasikan dengan sangat detail dan realistis, membuat gerakan seperti ini adalah keahlian KyoAni, Studio lainnya mungkin hanya akan close up Ritsu saat sudah berdiri, tetapi kita bisa melihat gerakan fullnya disini.


Ini contoh lainnya, sekarang dengan acting yang dibanjiri ekspresi. Perhatikan mulut dan liat mukanya.
bikin merinding (dalam konteks yang bagus). Hanya beberapa studio yang bisa membuat animasi sampai dititik kalian bisa merasakan emosi karakter tersebut tanpa mendengar apa atau mengetahui apa yang mereka katakan.





Kesimpulan

K-On! sudah pasti bukan hanya anime tentang gadis imut melakukan sesuatu yang lucu. Dibawah premis ini ada karya sentimental dan menginspirasi, penuh dengan detail, dengan direksi yang manusiawi dan masuk akal, dikerjakan dengan penuh passion dan perasaan. Untuk orang-orang yang mengkritik karya ini cuma karena keimutan dan kekurangan dramanya, yang hanya aku bisa lakukan adalah memberikan kalian kata-kata bijak;





















Komentar